Rate this post

Dalam rangka Hari Internet Aman Sedunia yang jatuh pada Februari ini, TikTok Indonesia mengumumkan peluncuran Pusat Literasi Digital yang tersedia di aplikasi.

Peluncuran Pusat Literasi Digital baru sejalan dengan komitmen TikTok untuk menciptakan lingkungan digital yang aman bagi pengguna.

TikTok membuka pusat literasi digital baru di Indonesia

TikTok-membuka-pusat-literasi-digital-baru-di-Indonesia

Baca juga:
– Durasi video TikTok diperpanjang hingga 10 menit?
– Panduan download lagu mp3 dari TikTok, bisa dijadikan video backsound
– Hati-hati, aplikasi TikTok dan YouTube mengumpulkan data pengguna paling banyak
– #SamaSamaBerkarya, TikTok Indonesia gelar konferensi virtual TikTok Talk+

Bersamaan dengan peluncuran Pusat Literasi Digital ini, TikTok bermitra

dengan Yayasan Semai Jiwa Amini atau dikenal sebagai Yayasan SEJIWA, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada keselamatan dan perlindungan digital anak muda, untuk mendorong penggunaan fitur keamanan, tersedia di aplikasi untuk melindungi diri sendiri dan orang lain secara online (online) sambil menikmati pengalaman di dunia maya.

“TikTok berkomitmen untuk menciptakan ruang digital yang aman untuk melindungi pengguna kami

dari mengekspresikan diri mereka secara otentik. Oleh karena itu, kami tetap berkomitmen untuk memperkuat sistem keamanan kami guna mendukung terciptanya pengalaman kreatif yang aman bagi pengguna kami di Indonesia,” ujar Faris Mufid. Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah, TikTok Indonesia.

Faris menambahkan, “Melalui Pusat Literasi Digital baru ini, TikTok telah mengembangkan pendekatan yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan pengguna kami di Indonesia, seperti dalam hal tantangan berbahaya atau cyberbullying. Kami tetap berkomitmen untuk menyediakan sumber daya kesejahteraan digital kepada komunitas lokal untuk memastikan pengguna mendapat informasi yang baik untuk menghadapi lanskap digital yang terus berkembang.”

Pusat Literasi Digital ini berfungsi sebagai portal satu atap yang berisi semua inisiatif pendidikan TikTok tentang kesehatan mental, kesehatan siber, keselamatan pengguna, tantangan yang berpotensi berbahaya, dan topik lain yang terkait dengan literasi digital. Center ini juga akan menghadirkan berbagai tips literasi digital yang menarik mulai dari video, kuis hingga konten edukasi berbasis skenario.

Sumber daya yang disediakan dirancang untuk memungkinkan pengguna merespons konten online yang hebat dengan lebih cerdas sebelum terlibat. Selain itu, sumber ini juga ingin memberi pengguna kemampuan untuk mengidentifikasi dan melaporkan konten yang tidak pantas ketika mereka menemukan konten serupa di platform TikTok.
Didukung oleh GliaStudio
TikTok membuka pusat literasi digital baru di Indonesia. (Tik Tok)
TikTok membuka pusat literasi digital baru di Indonesia. (Tik Tok)

TikTok Indonesia bermitra dengan SEJIWA untuk mempromosikan literasi digital

Sebagai bagian dari peluncuran Pusat Literasi Digital, TikTok dan SEJIWA mengadakan sesi live streaming pada 24 Februari 2022 di TikTok LIVE di akun resmi SEJIWA.

Sejumlah pembicara hadir dalam sesi live streaming yang mengangkat tema “Upaya Pencegahan Tindakan Terhadap Tantangan Berbahaya di Platform Digital” ini, antara lain Faris Mufid selaku Public Policy and Government Relations, TikTok Indonesia, Diena Haryana selaku Founder SEJIWA Foundation dan pencipta SEJIWA Foundation. TikTok untuk pendidikan, Eva Fatma.

Sesi livestream bersama SEJIWA ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan berbagai tantangan berbahaya yang muncul di platform digital akhir-akhir ini, antara lain “Tantangan Makan Cabai” dan “Tantangan Malaikat Maut” di mana banyak remaja berlomba-lomba mengunggah konten Menghentikan truk di tengah jalan.

Keempat pembicara yang hadir dalam sesi live streaming ini juga menginformasikan kepada orang tua, guru, dan orang-orang terkasih tentang langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk melindungi generasi muda dari risiko tantangan berbahaya.

Untuk membantu mengkomunikasikan tantangan berbahaya kepada masyarakat luas, SEJIWA bersama sejumlah kreator TikTok seperti Femia, Salwa, dan Rizal juga menghadirkan konten seputar proses empat langkah berjudul “Stop-Think-Decide-Act.” akun TikTok.

Konten ini dapat digunakan sebagai referensi bagi pengguna sebelum memutuskan untuk berpartisipasi dalam tantangan yang berpotensi berbahaya.

Kolaborasi serupa juga dilakukan TikTok di awal Februari dengan kreator seperti @baldtwins, @syarif.yosee, dan @vitosinagaprank sebagai bagian dari Be

Baca Juga :

https://indonesiamembangun.id
https://daftarkampunginggris.id
https://iainmataram.ac.id
https://festivallembahbaliem.id
https://p4s-pertanian.id