Rate this post

– Sebagian besar negara bagian di Amerika Serikat telah memberlakukan kebijakan yang melarang pegawai pemerintah menggunakan TikTok di perangkat resmi. Kebijakan ini berasal dari undang-undang yang disahkan oleh Senat AS dan peringatan dari Biro Investigasi Federal (FBI) senior.

Menurut laporan Bloomberg, Direktur FBI Christopher Wray sebelumnya memperingatkan komite bahwa aplikasi Byte Dance berpotensi menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional AS.

Pejabat FBI mencap TikTok sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS dan menjadi alat mata-mata

Pejabat-FBI-mencap-TikTok-sebagai-ancaman-bagi-keamanan-nasional-AS-dan-menjadi-alat-mata-mata

Pernyataan Wray menggemakan pandangan Komisaris FCC Brendan Carr, yang baru-baru ini mengklaim bahwa TikTok berfungsi sebagai alat pengawasan canggih yang mengumpulkan informasi pribadi dan sensitif dalam jumlah besar.

Baca juga:
20+ Cheat Resident Evil 4 PS2 Lengkap dari Uang ke Senjata

TikTok adalah platform video pendek yang memiliki banyak penggemar, terutama di kalangan remaja. Perusahaan mengatakan tahun lalu bahwa aplikasinya digunakan oleh lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia.

Pengguna Amerika menonton TikTok rata-rata 80 menit sehari.

Menurut data Pew Research Center, sekitar 67 persen remaja AS telah menggunakan aplikasi TikTok.

Dikutip CNet, TikTok menanggapi tuduhan tersebut dan mengatakan telah bernegosiasi dengan pemerintah AS selama sebulan terakhir.

Baca juga:
Promo Festival Akhir Tahun 2022, Cek Harga HP Asus Terbaru

“Umpan balik dari FBI akan dipertimbangkan sebagai bagian dari negosiasi berkelanjutan kami dengan pemerintah AS. Meskipun kami tidak dapat mengomentari perincian pembicaraan rahasia, kami yakin bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk memenuhi persyaratan yang sesuai terkait masalah keamanan nasional AS,” kata juru bicara TikTok.
Didukung oleh GliaStudio

Chris Wray mengatakan bahwa TikTok dapat digunakan untuk memfasilitasi mata-mata oleh pemerintah China.

Beijing memiliki kemampuan untuk mengontrol algoritma TikTok untuk memfasilitasi “operasi pengaruh” di AS, klaim Chris Wray.

Baca juga:
Spesifikasi Infinix Hot 20i : HP Murah Rp. 1 juta dengan penyimpanan 128GB

“Semua hal ini berada di tangan pemerintah yang tidak berbagi nilai-nilai kita

dan memiliki misi yang sama sekali bertentangan dengan kepentingan terbaik Amerika Serikat. Itu harus menjadi perhatian kita,” kata Chris Wray.

Meski TikTok sedang dalam tahap negosiasi, kebijakan pelarangan TikTok untuk pegawai pemerintah telah diterapkan di banyak negara bagian.

Negara-negara bagian yang telah melarang karyawannya memasang TikTok termasuk Alabama, Arkansas, Iowa, Georgia, Maryland, Nebraska, New Hampshire, North Dakota, Oklahoma, South Carolina, South Dakota, Texas, Utah, dan Virginia.

Kebijakan di atas merupakan salah satu keputusan pemerintah AS untuk menekan perusahaan teknologi asal China. Mereka juga sebelumnya memasukkan Yangtze Memory ologies (pembuat chip), Huawei dan ZTE (perusahaan telekomunikasi) ke dalam daftar hitam.

Baca Juga :

https://bpbd-lebak.id