8 metode pemupukan

8 Metode Pemupukan - Pengertian, Materi, Keuntungan

Dalam pengertian sehari-hari, pupuk adalah zat yang digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pemupukan secara umum didefinisikan sebagai penambahan unsur hara tanaman ke dalam tanah. Dalam pengertian yang lebih luas, pemupukan sebenarnya melibatkan penambahan bahan-bahan lain yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanah, seperti: B. penambahan pasir pada tanah lempung, penambahan tanah mineral pada tanah organik, pengapuran dan sebagainya.

Dalam budidaya pertanian, keberadaan pupuk merupakan faktor yang sangat penting untuk mendukung optimalisasi produksi yang teridentifikasi. Namun, upaya pemupukan yang tidak hati-hati dan tidak tepat dapat merugikan tanaman itu sendiri, bahkan tidak sedikit tanaman yang mati karena cara pemupukan yang tidak tepat. Pemberian unsur hara dengan teknik yang tepat, dengan cara yang benar, dalam dosis yang tepat, dan waktu yang tepat menentukan efektifitas pemanfaatan unsur hara tanaman (Stewart dan Robert, 2012, tempat dan cara yang tepat).

8 metode pemupukan

Jenis yang tepat berarti bahwa dalam pemupukan, penting untuk menentukan dengan tepat jenis pupuk yang dibutuhkan tanaman. Dosis yang benar berarti pada saat pemupukan dosis yang diberikan harus tepat atau memenuhi kebutuhan tanaman atau yang tertera pada label. Tepat waktu, yaitu H. pemberian pupuk yang tepat pada saat tanaman membutuhkan lebih banyak unsur hara. Lokasi yang tepat artinya Anda perlu memperhatikan letak atau letak tanaman pada saat pemupukan. Cara yang benar berarti cara kita harus tepat pada saat pembuahan.

Dikutip dari Setyamidjaya, 1986. Jumini dkk, 2011 Pemupukan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu menebar, menempatkan dalam barisan, menempatkan lubang di samping tanaman dan penyemprotan. Cara tebar adalah pemupukan yang cara aplikasinya disebarkan dan biasanya dilakukan untuk tanaman semusim seperti padi dan jagung. Penempatan ring, yaitu pemupukan dengan menempatkan pupuk di sekitar tanaman sesuai tajuknya. Cara ini biasanya digunakan pada tanaman semusim seperti perkebunan. Aplikasi spot, yaitu pemupukan dengan pemberian pupuk pada saluran sekitar tanaman, yang kemudian ditutup kembali dengan tanah.

Cara ini juga sering digunakan untuk tanaman tahunan. Cara ini dilakukan bila kesuburan tanah relatif rendah, tegakan tanaman kecil, jumlah pupuk sedikit, dan akar tanaman tidak menyebar. Pemupukan adalah cara pemupukan yang diberikan bersamaan dengan penyiraman. Cara ini biasanya dilakukan pada media hidroponik dan dilakukan untuk menghemat biaya karena efisien. Injeksi adalah pemupukan dengan cara menyuntikkan pupuk ke batang tanaman.

Cara ini secara langsung dapat mempengaruhi warna daun tanaman, tetapi dapat menimbulkan patogen dan hama akibat luka akibat penyuntikan. Aplikasi daun yaitu pemupukan dengan cara menyemprotkan pupuk cair konsentrasi rendah langsung ke daun tanaman. Metode ini digunakan untuk melengkapi pemupukan melalui akar.
pemupukan tanaman

Tiga hal yang perlu dipahami dalam pemupukan tanaman, yaitu:

(1) negara;

(2) tanaman; dan

(3) pupuk.

Ketiganya saling terkait dan saling mendukung untuk menghasilkan tanaman yang benar-benar subur dan produktif.
negara

Tanah sangat penting bagi tanaman. Dalam menunjang kehidupan tumbuhan, tanah mempunyai fungsi sebagai berikut:

Memberikan nutrisi dan sebagai media perakaran.
Menyediakan air dan sebagai penampung (reservoir) air.
Menyediakan udara untuk pernapasan akar.
Sebagai tempat peristirahatan bagi tumbuhan.

Tanah yang diinginkan tanaman adalah tanah yang subur. Tanah yang subur adalah tanah yang mampu menyediakan unsur hara yang tepat, dalam jumlah dan keseimbangan yang cukup, dan dalam lingkungan yang sesuai bagi suatu jenis tanaman untuk tumbuh.

Tanah yang subur memiliki sifat fisik, kimia dan biologi yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Ciri-ciri tersebut antara lain:

struktur tanah

Ada berbagai jenis struktur tanah. Namun, yang diinginkan adalah struktur tanah yang gembur. Keuntungan dari struktur tanah seperti itu adalah aliran udara dan air tanah lancar, suhu stabil. Keadaan ini sangat merangsang pertumbuhan mikroorganisme tanah yang berperan penting dalam proses dekomposisi bahan organik tanah. Oleh karena itu, aplikasi pupuk organik (slurry, kompos atau pupuk hijau) dianjurkan untuk memperbaiki struktur tanah.

Sumber :