Surfshark baru saja menerbitkan Digital Quality of Life (DQL) Index dari 85 negara atau 81% dari populasi dunia. Fakta yang menakjubkan, namun tidak terlalu mengejutkan, adalah Indonesia menempati urutan ke-71 dari 85 negara yang masuk dalam indeks ini. Indonesia menempati urutan ke-14 dari bawah.

Kualitas-internet-Indonesia-menempati-urutan-ke-71-dalam-indeks-DQL-2020

Apa yang menyebabkan Indonesia berada di kisaran bawah?

Ini terkait erat dengan lima indikator yang diidentifikasi Surfshark saat membuat indeks ini. Kelima indikator tersebut adalah keterjangkauan internet, kualitas internet, e-infrastructure, e-security dan e-government.

Lima indikator di atas bersama dengan dua belas indikator terkait lainnya digunakan sebagai metode untuk melakukan penelitian. Dari sini kita bisa mengetahui negara mana yang memiliki kualitas kehidupan digital terbaik di dunia.

Tempat satu sampai sepuluh ditempati oleh Denmark, Swedia, Kanada, Prancis, Norwegia, Belanda

, Inggris Raya, Israel, Jepang dan Polandia. Dari indeks DQL, kita dapat melihat bahwa Jepang adalah satu-satunya negara Asia yang masuk sepuluh besar.
Peringkat kualitas hidup digital Indonesia dalam indeks DQL 2020

Sementara itu, Indonesia menempati peringkat ke-71 dari lima indikator tersebut.

Namun, Indonesia memiliki peringkat yang berbeda untuk setiap indikator. Peringkat untuk masing-masing indikator adalah Keterjangkauan Internet (30), Kualitas Internet (76), E-Infrastruktur (76), E-Safety (54), dan E-Government (74).

Jika mencermati hasil QDL Index 2020 untuk kategori kualitas Internet, Indonesia menempati posisi terendah sebagai “Internet paling lambat dan paling tidak stabil” atau sebagai negara dengan Internet yang lambat dan kurang stabil. Indonesia juga menempati posisi yang sama dalam Least Developed E-Infrastructure atau E-Infrastructure dengan perkembangan terendah.

Fakta menarik lainnya juga ditemukan dalam riset indeks DQl 2020. Salah satunya 13 negara telah berhasil mencapai kualitas hidup digital yang melebihi ekspektasi.

Beberapa negara seperti Bulgaria, China, Malaysia, Rumania, Uruguay dan lain-lain telah berhasil mengungguli negara lain karena koneksi internet yang terjangkau dan e-security yang solid.

Kondisi ini tentunya dapat dijadikan sebagai insentif bagi negara untuk meningkatkan kualitas kehidupan digital. Pasalnya, Indonesia berusaha mengadopsi transformasi digital untuk memutar roda perekonomian negara.

LIHAT JUGA :

https://liga-indonesia.id/nomor-bot-stiker-wa/
https://jurubicara.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://jurubicara.id/vive-le-football-apk/
https://jurubicara.id/mutualan-telegram/
https://jurubicara.id/dls-2021-mod-apk/
https://jurubicara.id/whatsapp-aero/
https://www.chip.co.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://www.chip.co.id/lightroom-mod-apk/
https://www.chip.co.id/codashop-pro-apk/
https://www.chip.co.id/among-us-mod-apk/
https://www.chip.co.id/pubg-mobile-mod-apk/
https://www.chip.co.id/whatsapp-aero/
https://www.chip.co.id/ssstiktok/
https://psyline.id/ff-max-apk/
https://psyline.id/aplikasi-penghasil-saldo-dana/
https://www.i4startup.id/setvsel-apk/
https://t.me/belajarngeblogbareng/45
https://kricom.id/alat-mitra-higgs-domino/
https://kricom.id/ff-max-apk/
https://jurubicara.id/instander-apk/