Rate this post

Hangry, startup kuliner yang membantu brand lokal memasuki pasar global

Hangry, startup kuliner

Hangry adalah startup kuliner di Indonesia yang memiliki fitur cloud kitchen dan konsep restoran multi-brand. Melalui layanannya, startup ini berkomitmen untuk menjadi perusahaan kuliner F&B yang sukses tidak hanya di pasar lokal tetapi juga global.

2019 melihat startup kuliner ini didirikan oleh Abraham Viktor, Robin Tan dan Andreas Resha. Hangry lahir di tengah bisnis kuliner yang serba cepat ditambah dengan tren layanan on-demand yang semakin diminati masyarakat.

Dengan menerapkan konsep cloud kitchen, startup ini fokus melayani konsumen melalui layanan pesan antar. Tidak seperti restoran tradisional pada umumnya, konsep cloud kitchen sendiri tidak menyajikan makanan langsung di tempat.

Hangry juga berupaya menjadi one-stop solution bagi pelanggan bisnis kuliner. Salah satunya adalah aplikasi Hangry, yang memungkinkan pelanggan untuk memesan produk kuliner dari merek di bawah naungan mereka secara online dalam satu pesanan.

Memiliki berbagai kuliner dari berbagai merek

Perusahaan rintisan ini memiliki banyak merek kuliner dengan menu yang beragam. Diantaranya adalah Moon Chicken dengan menu ayam goreng ala Korea, San Gyu dengan menu otentik Jepang, Koplo Chicken dengan ayam geprek dan aneka masakan ayam, dan Dari Pada dengan menu kopi dan minuman lainnya.

Ada juga harga yang dipatok untuk setiap menunya, mulai dari Rp. 15.000 hingga Rp. 70.000 per porsi. Produk kuliner ini tidak hanya tersedia di aplikasi startup itu sendiri, tetapi juga di berbagai layanan pesan antar makanan lainnya seperti Gofood, Grabfood, ShopeeFood, dan Traveloka Eats.

Hingga saat ini, startup ini sudah memiliki 73 cabang di beberapa wilayah Indonesia antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bandung. Hangry mengatakan akan terus memperluas wilayahnya untuk memaksimalkan bisnis.
menawarkan kemitraan

Salah satu cara utama Hangry membedakan dirinya dari dapur awan dan perusahaan multi-merek lainnya adalah dengan berfokus pada merek kulinernya sendiri, daripada menyediakan fasilitas dan layanan dapur untuk restoran dan pelanggan pihak ketiga lainnya.

Meskipun demikian, perusahaan ini tidak menutup kemungkinan bahwa siapa pun dapat bergabung sebagai afiliasi melalui program afiliasi mereka. Keuntungan menjadi mitra adalah:

Dapatkan beberapa merek terkenal di beberapa outlet sekaligus.
manajemen operasional.
Pembagian keuntungan dan akses yang transparan.
Potensi keuntungan lebih dari dua kali lipat.

Misi: Membawa merek kuliner lokal ke dalam kelas

Hangry berusaha untuk menjadi merek yang tumbuh bersama konsumen. Startup ini juga memiliki misi menjadi perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia pada tahun 2025. Kemudian membidik pasar global pada tahun 2030.

Dengan serangkaian pendanaan investor, Hangry juga bertekad untuk menambah jumlah gerai Hangry di Indonesia, termasuk membuka restoran dine-in, sebelum berekspansi ke negara lain.

Sumber :